Tak Mampu Lolos Major & Minor, Tigers Lambat Adaptasi?

Nasib si juara Minor pertama musim Pro Circuit 2018/2019, Tigers mulai buram. Debut mengesankan mereka gagal dipertahankan setelah terdepak dari kualifikasi Chongqing Major, dan juga Bucharest Minor.

Tigers gugur dari Chongqing Major karena kalah saing dari BOOM.ID di fase grup. Berikutnya, upaya tembus Major lewat Minor juga urung setelah dihempaskan SGD, di babak 16 besar open qualifier.

Beberapa faktor mencuat mengenai penurunan performa Tigers dan berdampak pada hasil negatif yang mereka raih. Satu yang paling memungkinkan adalah bermuara pada perubahan di patch 7.20. Bukan hal baru bahwa beberapa tim kerap mengalami kesulitan adaptasi dari patch terbaru. Seakan enggan keluar dari zona nyaman, ternyata memang tak mudah nyetel karakter dengan perubahan drastis apalagi bila yang diutak-atik menyangkut hero andalan, gaya main, serta pola drafting.

Beberapa hero andalan Tigers di patch sebelumnya mulai menghilang dari peredaran, misalnya Phantom Lancer. Kalaupun ada kesempatan mengendalikan Terrorblade atau Morphling, kemungkinan musuh mem-ban atau kalau tidak mengamankan keduanya lebih dulu. Hal ini memaksa Tigers berimprovisasi dengan berbagai hero seperti Phantom Assasin, Brewmaster, dan hero meta patch 7.20x, namun masih negatif.

Bahkan Tigers mulai konsisten menukar k’wonderkid jadi carry dan mempercayakan mid ke Ah Jit, tapi keadaan tak berubah banyak. K’wonderkid tetap mengalami pressure tinggi saat laning, plus pemakaian hero yang cenderung cari mangsa tanpa aspek penunjuang farm yang baik seperti PA, musuh kerap memanfaatkan ini sebagai keuntungan. Alhasil k’wonderkid suka tertinggal dalam farm dan Tigers makin keteteran seiring game berjalan.

 

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.