[REVIEW] Cyber Hunter

Tidak bisa dipungkiri lagi bahwa saat ini game dengan genre battle-royale sangat mendominasi, entah di konsol, PC, ataupun mobile sekalipun. Sebut saja game seperti PUBG dan Fortnite yang sudah mendulang kesuksesan besar, siapa yang tidak tergiur untuk menawarkan konsep yang mirip?

NetEase adalah salah satu perusahaan game asal China yang belakangan ini sangat gencar merilis game battle-royale. Tidak tanggung-tanggung, sudah banyak game battle-royale yang saat ini telah mereka rilis, sebut saja Rules of Survival, Knives Out, dan juga Survivor Royale. Yang terbaru? Cyber Hunter yang sebelumnya diberinama Project: Battle.

Cyber Hunter digadang-gadang akan “menjenggal” Fortnite dengan menawarkan mekanisme gameplay yang terbilang mirip, namun dengan berbagai polesan tersendiri ala NetEase. Nah, pada artikel ini kami akan coba memberitahukan impresi pertama kami ketika mencicipi versi BETA Cyber Hunter sebelum perilisannya yang direncanakan akan hadir tahun ini untuk Android dan juga iOS. Yuk simak artikelnya!

Ya, NetEase tidak menyebutkan bahwa Cyber Hunter adalah game battle-royale pada umumnya atau sekedar fortnite, mereka menyebutkan bahwa Cyber Hunter adalah game dengan genre open-world survival. Faktanya, game tersebut tidak terlalu berbeda pada game battle-royale pada umumnya ketika perilisannya di tahap beta kemarin.

Para pemain akan dijatuhkan dari sebuah pesawat modern, dan turun menggunakan “hoving board” ke sebuah pulau. Setelah turun, para pemain diharuskan untuk mencari perlengkapan serta senjata untuk bertahan hidup. Tentu saja safe area akan semakin mengecil untuk menentukan siapa pemenangnya. Elemen seperti membangun sebuah lantai dan tangga tentu saja ditambahkan.

Salah satu satu elemen yang membuatnya berbeda di Cyber Hunter kamu bisa menggunakan berbagai kendaraan, termasuk mobil canggih yang bisa berjalan di sungai. Karena pada map yang ditawarkan sangat luas, terdapat beberapa pulau yang dipisahkan cukup jauh dengan sungai. Oh ya, para pemain juga bisa “manjat” untuk menggapai bangunan tinggi.

Untuk kualitas grafis yang dimilikinya, kami berani bilang bahwa Cyber Hunter memiliki kualitas di bawah Fortnite Mobile, meskipun sama-sama menggunakan Unreal Engine, bahkan dengan settingan Ultra sekalipun. Ya, mungkin NetEase benar-benar mengincar segmen pemainnya bagi mereka yang tidak bisa memainkan Fortnite Mobile yang terbilang cukup berat.

Bagi kamu yang memiliki smartphone canggih, Cyber Hunter mendukung framerate yang bahkan bisa mencapai 100 FPS lebih. Tapi, semua percuma jika layar smartphone kalian hanya 60Hz, karena akan tetap terasa seperti 60 FPS. Namun setidaknya Cyber Hunter sudah siap untuk kemajuan teknologi smartphone kedepannya.

Ada pilihan karakter, bisa dikostumisasi dengan cukup detail

Jika kamu memainkan game-game seperti Fortnite ataupun PUBG, karakter yang kamu pilih mungkin hanya ada dua pilihan, yaitu berjenis kelamin pria atau wanita dan kostumisasi rambut yang terbilang terbatas. Namun, di Cyber Hunter ada 4 karakter (di versi beta cuma tersedia 2), dengan “jenis” berbeda yang bisa kamu pilih sebagai “base karakter”. Ketika sudah memilihnya, kamu bisa mengkostumisasinya dengan berbagai hal, seperti mengganti bentuk muka, mata, rambut, ataupun warna kulit. Tentu saja semuanya gratis dan tersedia di awal permainan.

Cyber Hunter bisa dibilang memiliki kostumisasi karakter yang sangat lengkap jika dibandingkan dengan game bergenre “battle-royale” pada umumnya, tidak bisa dipungkiri lagi. Nah, ketika selesai membuat karakter, tentu saja untuk memperkeren yang dimiliki, nantinya akan ada berbagai “skin” untuk pakaian dan juga senjata.

Banyak bot di awal

Sepertinya ini bukan rahasia lagi dan memang menunjukkan identitas sebagai sebuah game battle-royale di perangkat mobile. Memainkan game battle-royale di mobile lebih mudah mendapatkan kemenangan dibandingkan memainkan versi PC. . Contohnya, ketika kamu bertemu dengan pemain lain. Pemain tersebut terlihat sangat bodoh sampai-sampai tidak bisa menembakmu sedikitpun, bahkan terkadang hanya berdiam diri ketika kamu memergokinya dari belakang.

Namun, jika sudah memasuki “30 besar” ke bawah, barulah adrenaline para pemain akan di uji dan bertemu sesama pemain lainnya. Ketika sudah rilis resmi nanti dan sudah ada mode “ranked” mungkin para pemain baru akan bisa merasakan game battle-royale sesungguhnya dari awal, karena di tahap beta ini baru ada mode kasual untuk mencicipi permainannya saja.

Kesimpulan

Cyber Hunter digadang-gadang akan “menjenggal” Fortnite dengan menawarkan mekanisme gameplay yang terbilang mirip, namun dengan berbagai polesan tersendiri ala NetEase, hingga kualitas grafis yang lebih ringan. Polesan tersebut hadir dengan kostumisasi karakter yang lebih detail, adanya kendaraan, bisa manjat, hingga map yang lebih luas yang menggambarkan sebagai game bergenre “open-world survival” seperti yang sang developer katakan.

Disisi lain, sepertinya NetEase belum berani keluar dari zona nyaman sang “Fortnite” dengan menawarkan mekanisme gameplay battle-royale yang tidak terlalu berbeda dari para pesaingnya. Namun karena ini masih tahap beta, kami rasa nanti NetEase “seharusnya” akan memoles Cyber Hunter jauh lebih baik lagi.

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.