Rekap Hari Keenam Fase Grup League of Legends World Championship 2018

Setelah putaran pertama yang mengecewakan, Afreeca Freecs berhasil memperbaiki performa mereka di hari keenam fase grup League of Legends World Championship. Sementara itu G2 Esports berhasil membawa bendera Eropa dan untuk pertama kalinya berhasil lolos dari fase grup Worlds.

Afreeca Freecs vs Flash Wolves

Kedua tim menggunakan jungler yang cukup aktif di early game, yaitu Xin Zhao untuk Flash Wolves dan Nocturne untuk Afreeca. Namun ultimate global dari Nocturne jelas mengerikan dan terbukti memberikan Afreeca First Blood sebelum meni 10.

Ancaman terhadap bot lane Flash Wolves terus menghantui dan membuat Betty yang menggunakan Kai’Sa tertinggal lebih dari 20 CS dari Kramer yang menggunakan Varus. Ditambah dengan tower pertama di mid, Afreeca unggul sepanjang early game berkat macro play yang sangat rapi.

Perlahan tapi pasti, Afreeca mempertahankan keunggulan mereka sepanjang permainan. Dengan satu team fight di menti 30, mereka berhasil membunuh tiga pemain Flash Wolves dan mengakhiri pertandingan.

G2 Esports vs Phong Vu Buffalo

PVB bisa membuat grup A semakin menarik jika bisa memenangkan pertandingan menghadapi G2. Upaya pertama yang mereka lakukan adalah dengan mengambil pick yang unik, yaitu Jayce di top lane dan Poppy di support.

PVB dengan cerdik bermain lambat dan mengantisipasi play proaktif dari G2. Meskipun kehilangan First Blood, PVB berhasil mendapatkan banyak side objective dan unggul dari G2 dalam tower kill dan networth.

Meskipun masih bisa menemukan kill, G2 tetap tidak pernah bisa merebut kendali permainan dari PVB. Sayang, sebuah kesalahan di menit 26 plus playyang gemilang dari Perkz memberikan G2 empat kill yang ditukarkan dengan satu kill. Sejak itu G2 mengejar ketertinggalan dan pertandingan menjadi makin terbuka.

Dengan kedudukan yang kembali berimbang, kedua tim hanya perlu satu team fight untuk memenangkan pertandingan. Team fight penentu baru terjadi di menit 45. Meskipun berhasil membunuh Wadid, PVB gagal membunuh pemain lain. G2 tinggal melakukan serangan balasan dan memenangkan team fight. Setelah Baron dan gank terhadap BigKoro, G2 akhirnya memenangkan pertandingan setelah defisit sepanjang early game.

Flash Wolves vs G2 Esports

G2 secara mengejutkan mengambil Brand untuk Hjarnan untuk pertandingan yang bisa memberikan mereka tiket ke babak playoff.

Kedua solo laner dari masing-masing tim ingin mendapatkan matchup yang diinginkan sejak awal. Ini berimbas pada lane swap yang terus menerus terjadi. Namun fokus permainan ada di bot lane di mana kedua tim melakukan beberapa team fightgank, dan counter-gank. Setelah itu pertandingan pada akhirnya masih seimbang dari segi networth.

G2 berusaha melakukan gank di mid di menit 22 yang ditanggapi dengan baik oleh Flash Wolves. Menang team fight, Flash Wolves berusaha mengambil Baron. Akan tetapi Jankos yang menggunakan Skarner berhasil melakukan steal. Salah membaca situasi, G2 malah melakukan engage dan harus kehilangan empat pemain. Permainan tetap imbang di antara kedua tim.

Barulah di menit 29 G2 berhasil memenangkan team fight ketika mereka berhasil menangkap Maple yang out of position. G2 kemudian mengambil Baron dan akhirnya mendapatkan keunggulan networth.

Bahkan setelah unggul 7000 gold dan setelah beberapa team fight, Flash Wolves masih bisa mengancam G2 dan merebut kemenangan. Mereka bahkan mampu mengambil Inhibitor terlebih dahulu di menit 41. Berada di atas angin, Flash Wolves kemudian mendapatkan Ace di menit 43 dan memenangkan pertandingan.

Phong Vu Buffalo vs Afreeca Freecs

PVB harus menang menghadapi Afreeca untuk bertahan hidup di turnamen. Meskipun tertinggal dari segi kill, PVB bisa menanggapi permainan Afreeca dengan macro play yang cukup baik. Namun satu hal yang tidak mereka antisipasi adalah Kiin dengan Jax unggul jauh dari segi CS.

Permainan kemudian berubah ketika Afreeca berhasil mendapatkan satu kill plus tower di mid. Merasa unggul, Afreeca kemudian menekan tiga lane demi mengambil Baron. PVB mencoba mencegah hal tersebut, namun lagi-lagi ultimate dari Nocturne malah membuat mereka kehilangan dua orang, memberikan Afreeca Baron gratis.

Dengan Baron Buff dan Jax yang hampir tidak bisa dibunuh, Afreeca dengan mudah memenangkan pertandingan dalam 33 menit.

Flash Wolves vs Phong Vu Buffalo

Karena dipastikan tidak lolos dari grup, PVB memberikan jungler cadangan mereka XuHao kesempatan bermain menghadapi Flash Wolves. Sementara itu Flash Wolves harus menang untuk memperbesar peluang lolos dari grup.

Pertandingan berlangsung cukup seru. Kedua tim terus bertukar kill dan melakukan cukup banyak team fight sepanjang permainan. Flash Wolves mulai terlihat unggul berkat banyaknya kill yang diperoleh Maple dan Betty. Sayangnya keunggulan tersebut sirna saat team fight di depan Baron di menit 30. Sebuah positioning yang buruk dari Hanabi yang menggunakan Sion memungkinkan PVB mendapatkan satu kill sebelum team fight dimulai. Empat orang pemain Flash Wolves tumbang dan PVB mendapatkan Baron.

Team fight yang menjadi penentu terjadi di menit 41 di area Dragon. Sekali lagi, PVB berhasil membunuh Hanabi dan SwordArt yang menggunakan Shen. Tanpa tank garis depan, Flash Wolves mundur dan berusaha bertahan di base. PVB tidak peduli dan tetap maju untuk menghancurkan Nexus milik Flash Wolves dan keluar dari Worlds dengan kemenangan.

G2 Esports vs Afreeca Freecs

Kedua tim harus menang untuk mengklaim posisi juara grup dan terhindar dari tiebreaker dengan Flash Wolves.

G2 awalnya berusaha bermain agresif untuk menjawab gaya bermain Afreeca yang dikenal lambat. Akan tetapi upaya tersebut justru memberikan dua kill untuk Afreeca di awal permainan. Beberapa upaya yang sama juga tidak membuahkan hasil untuk G2 dan malah memberikan Afreeca Ace di menit 27.

Terlepas dari itu, G2 tetap unggul dari segi networth, paling tidak sampai menit 35. Berhasil mendapatkan Baron, Afreeca kembali mendapatkan tiga kill dan sepenuhnya membalikkan keadaan. Empat menit kemudian, Afreeca kembali memenangkan team fight di mid dan mengklaim juara grup A.

Flash Wolves vs G2 Esports

G2 mendapatkan Heimerdinger andalan mereka dalam penentu juara kedua grup menghadapi Flash Wolves. Sementara itu Flash Wolves menggunakan Mordekaiser untuk Betty.

Pertandingan terlihat menjanjikan untuk G2 setelah mereka berhasil membunuh Maple yang melakukan lane swap ke top lane, diikuti oleh solo kill dari Perkz di lane yang sama tiga menit kemudian. Setelah 20 menit, G2 sudah mendapatkan empat kill dan unggul 2000 gold.

Tertinggal, Flash Wolves berusaha mencegah G2 mengambil Baron di menit 28 demi menjaga asa. G2 tahu dan langsung mendapatkan Tahm Kench yang berdiri terlalu jauh dari timnya. Ditambah dengan kill atas Betty, G2 kemudian mengambil Baron dan siap mengakhiri pertandingan.

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.