INFOGRAFIK ESPORTS LEAGUE OF LEGENDS SELAMA 2018

League Of Legends

Tak terasa 2018 hanya tinggal menyisakan hari saja. Sepanjang tahun 2018 ini, ada banyak sekali hal yang terjadi seperti awal era kejayaan LPL, runtuhnya dominasi LCK, gap yang semakin mengecil, OGN yang resmi berpisah dengan LCK, rebranding EU LCS menjadi LEC, Korean Exodus kedua, booming K/DA, dan masih banyak lagi.

Tak hanya ada sederet momen yang menarik, statistik Esports League of Legends pada tahun 2018 ini juga memiliki catatan yang tak kalah menarik. Angka-angka tersebut bahkan mampu melampaui catatan statistik pada tahun 2017! Penasaran seperti apa statistik untuk tahun ini? Yuk kita simak satu persatu.

Kita mulai dari event terbesar tahunan League of Legends yakni World Championship 2018. Diselenggarakan di Korea Selatan, World Championship tahun ini berhasil mencatatkan angka viewership yang fantastis, khususnya di babak Final antara Fnatic melawan   dimana pertandingan ini berhasil mencatatkan total viewership sebanyak 99,6 juta penonton!

Tak hanya itu, selama pertandingan Final berlangsung total cocurrent viewership juga mencatatkan angka yang tinggi yakni 44 juta penonton. Selain itu, penonton di babak Final juga mencatatkan durasi selama 19,6 juta menit saat menonton pertandingan Final.

Angka viewership yang tinggi itu dibantu dengan broadcast yang semakin besar, dengan 30 platform stream dan saluran televisi di seluruh dunia yang ikut menyiarkan World Championship 2018 serta disiarkan dalam 19 bahasa berbeda.

Sedangkan dari peserta World Championship 2018, tercatat ada 24 tim yang lolos ke World Championship 2018 dari 14 liga regional yang tersebar di seluruh dunia, baik dari Major region maupun Minor region. 144 pemain dari seluruh region berkompetisi di World Championship tahun ini dan 144 pemain tersebut datang dari 30 negara berbeda.

Angka Prize Pool World Championship yang sempat menjadi pertanyaan karena tidak ada pengumuman rupaya juga berhasil melampaui perolehan tahun lalu.

Pada tahun ini, Riot Games berkontribusi sebesar 2.25 juta USD (sekitar 32 Miliar Rupiah), sedangkan komunitas berhasil menyumbang lebih dari 4.2 juta USD (sekitar 61 Miliar Rupiah). Prize Pool tersebut akan didistribusikan kepada seluruh peserta World Championship 2018 berdasarkan pencapaiannya selama turnamen.

Selama World Championship 2018, tercatat ada total 90 champion berbeda yang dimainkan sepanjang turnamen, dari babak Play-In hingga babak Final. Angka tersebut menjadikan World Championship tahun ini menjadi World Championship dengan diversitas champion terbanyak.

Meta yang memperbolehkan pemain untuk berkreasi dengan build dan strategi menjadi alasan utama diversitas ini. Meta yang sulit ditebak ini juga merusak semua prediksi Pick’em pada tahun ini.

World Championship 2018 semakin semarak dengan ledakan dari kemunculan RISE dan K/DA. Dua anthem ini tak hanya mampu menarik perhatian komunitas, namun berhasil menarik perhatian publik dunia. Baik RISE maupun K/DA berhasil menembus peringkat atas papan lagu di semua platform, termasuk Billboard World Digital, Google Play Top Songs, iTunes Kpop, dan QQ Music New Song.

Tercatat, lagu POP/STARS dari K/DA sudah diputar sebanyak 242,8 juta kali sedangkan RISE diputar sebnayak 143,7 juta kali di semua platform musik. 

Setelah World Championship 2018, kini kita beralih ke turnamen pertengahan musim tahunan yakni Mid-Season Invitational 2018. Sama halnya dengan World Championship, Mid-Season Invitational juga mencatatkan angka viewership yang tak kalah hebat dibandingkan tahun lalu.

Pada pertandingan babak Final antara Royal Never Give Up melawan Kingzone DragonX, tercatat ada total 60 penonton berbeda yang menonton pertandingan Final. Selama babak Final berlangsung, tercatat total angka cocurrent viewer mencapai 19.8 juta penonton dengan penonton rata-rata sebanyak 11 juta penonton.

Kita beralih ke turnamen pertengahan Summer yakni Rift Rivals 2018 yang mempertandingkan rivalitas setiap region. Total ada 42 tim yang berpartisipasi dari setiap region dan tercatat ada 93 pertandingan yang dimainkan sepanjang Rift Rivals 2018.

Dari seluruh pertandingan Rift Rivals 2018, ada 5 region yang berhasil keluar menjadi juara yakni TCL (Turki)EU LCS (EU)CBLoL (Brazil)OPL (Oceania), dan LPL (Tiongkok).

Tak lupa, All-Star Las Vegas 2018 yang baru saja selesai beberapa hari yang lalu juga berhasil mencatatkan angka yang menarik. Pada All-Star tahun ini, tercatat ada 40 pemain League of Legends terpilih yang berpartisipasi, baik dari 30 pemain profesional pilihan penggemar maupun League Personality seperti streamer, content creator, dan talent On-Air.

All-Star tahun ini juga mulai memasukkan konsep “Charity” supaya membuat setiap pertandingan tidak hanya menjadi lebih menyenangkan, namun juga menjadi lebih berarti. Tercatat ada 14 program amal yang mendapatkan dukungan dari hasil pertandingan All-Star ini.

Musim 2018 menjadi musim yang cukup menarik dan tahun depan kita akan memulai musim 2019 di mana hal-hal menarik lainnya sudah menanti seperti mulainya franchise LEC, awal era penguasa baru LPL, dan tentu saja kebangkitan sang raja yang terjatuh yakni LCK.

***

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.