Cara Mengantisipasi Kekalahan Menurut Pakar Psikolog UI

Berkompetisi di ranah apapun termasuk olahraga elektronik atau esports bermuara pada dua hal; menang dan kalah. Bila banyak yang memperbincangkan bagaimana cara menang, kali ini Esports.ID akan menjelaskan kepada kalian caranya menerima kekalahan dengan baik. Karena terus terang saja, jumlah orang yang mengalami kekalahan lebih banyak di banding pemenang.

Lantas apa tujuannya sih menjadi orang yang bisa menerima kekalahan? Orang yang bisa menerima kekalahan akan melihat kegagalan sebagai sebuah pelajaran. Bila ia tak mampu mengendalikannya, maka kekalahan bisa memupus kepercayaan diri dan harapan orang itu. Pakar psikologi dari Universitas Indonesia, Anna Surti Ariani, S.Psi., M.Si., menjelaskannya dalam pembukaan IHSL 2018 pada 13 Desember lalu kepada ribuan kalangan pelajar.

Pertama, menurut dosen yang akrab di panggil Nina ini, kekalahan cenderung lebih sulit di terima oleh kelompok usia muda seperti pelajar atau remaja secara umum. Bahkan untuk beberapa kasus sampai menimbulkan efek depresi, menyakiti diri sendiri atau emosi berlebihan dengan mengamuk dan merusak barang-barang.

Langkah pertama untuk dilakukan sebaiknya menenangkan diri dengan cara bernafas secara perlahan. Lakukan beberapa kali dengan menghirup oksigen sedalam mungkin lalu hembuskan pelan-pelan sampai merasa kadar emosi lebih baik dari sebelumnya.  Selanjutnya, berbagilah keluhan atau uneg-uneg yang terjadi saat pertandingan dengan cara yang baik, atau hindari melakukan denial/penyangkalan soal kondisi perasaan saat itu. Akui rasa marah, sedih dan kecewa dibanding menumpuk kesedihan dan kekecewaan.

Langkah selanjutnya adalah mengingat-ingat hal apa yang membuat kalian kalah. Hal ini cukup lazim dilakukan sebagai evaluasi pasca bertanding namun lebih baik dilakukan saat emosi sedang stabil. Dari situ, gelombang pikir secara alamiah akan menjadi lebih fokus untuk menciptakan ide dan cara terbaik untuk mengantisipasi kesalahan di pertandingan selanjutnya.

Cara menerima kekalahan bukan cuma bisa dilakukan secara mandiri namun bisa turut direduksi  oleh bantuan orang lain. Caranya adalah dengan gestur dan kontak fisik minim seperti tepukan di bahu bahkan sebuah pelukan penyemangat. Hal ini wajar terlihat pada pertandingan olahraga seperti Basket atau sepakbola ketika seorang pemain gagal menyarangkan bola, maka rekannya akan memberi penyemangat seperti tos atau tepukan di bahu.

Menyediakan minum dan cemilan bisa jadi alternatif lainnya untuk melegakan rasa amarah dari teman yang mengalami kekalahan. Sambil membiarkan dia minum, kalian bisa menjadi “kuping” untuk mendengarkan keluhan penyebab kekalahan temanmu tentunya bila ia bersedia bercerita, karena biasanya orang yang sedang kesal agak enggan untuk berucap meski sebenarnya ingin.

Tak kalah penting, dukungan dari keluarga, kerabat, teman dan orang terdekat akan sangat membantu kita agar tetap positif menyikapi kekalahan. Nah guys, sekarang kalian sudah tahu “caranya” kalah, ayok main lagi jangan takut kalah.

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.