APA JADINYA JIKA FAKER MEMUTUSKAN PERGI KE LPL 2014 SILAM?

Hengkangnya pemain profesional League of Legends di tahun 2014 menjadi salah satu kejutan setelah World Championship usai. Beberapa pemain Samsung Galaxy memutuskan untuk hengkang dan menemukan rumah baru di Tiongkok demi berlaga di LPL.

Beberapa nama besar seperti Mata, Deft, PawN, dan lainnya memutuskan untuk membela tim di LPL setelah mendapatkan tawaran yang menggiurkan. Fenomena ini disebut sebagai Korean Exodus, di mana bintang-bintang dari Korea Selatan keluar dari rumah mereka untuk berkarier di tempat lain.

Tak hanya pemain-pemain tersebut, pemain seperti Faker juga tak luput dari tawaran yang besar dari sana. Namun, pemain dengan nama lengkap Lee Sang-hyeok ini memutuskan untuk menolak tawaran yang didapatkannya, entah karena memang kesetiaannya, komitmen kepada negara, atau mungkin karena nyamannya bersama SK Telecom T1.

Hadirnya Korean Exodus dikarenakan pemain-pemain Korea Selatan memperlihatkan dominasi dan permainan yang sangat baik dalam setiap turnamen internasional. Di tahun 2013, SK Telecom T1 berhasil menjuarai Worlds, dan di tahun berikutnya giliran Samsung White yang membawa pulang Summoner’s Cup.

Tentunya sebagai salah satu negara yang cukup kompetitif, tim-tim besar di LPL mencoba membangun sebuah dinasti untuk mengimbangi, atau bahkan melampaui Korea di League of Legends. Dari sana, terdapat sebuah pertanyaan yang cukup menarik.

Apa jadinya jika Faker memutuskan untuk hengkang ke LPL dan bermain di luar Korea?

1. Standar Tim Terbaik Tidak Akan Tercipta

Jika Faker memutuskan untuk hengkang, maka standar sebagai tim terbaik tak akan tercipta. Karena, di tahun 2015 dan 2016, Faker berhasil menjuarai World Championship bersama SK Telecom T1. Hasil itu membuat dirinya dan SKT T1 begitu dipuja sebagai tim terbaik di dunia.

Bagaimana tidak? Faker dan SKT T1 saat ini sudah mengantongi 3 buah gelar juara Worlds dan nyaris mendapatkan yang keempat di tahun 2017. Sayang, performa mereka di tahun itu cukup memprihatinkan dan kalah dari salah satu rival terberat mereka di LCK, yaitu Samsung Galaxy.

2. Harga Pemain akan Melambung Tinggi

Selain standarisasi dari gelar tim dan pemain terbaik, tentunya terdapat inflasi harga yang cukup signifikan dari beberapa pemain. Khusus Faker, kemungkinan besar harga kontrak dirinya akan melambung sangat tinggi dan membuat pemain-pemain lain meningkatkan “harga” jual mereka.

3. Hype di LPL Akan Melampaui LCK

Meskipun memiliki jumlah pemain yang sangat besar, LPL nyatanya masih belum bisa menarik penonton dari luar sana. Sejauh ini, LCK dan NA LCS memiliki hype tersendiri yang cukup tinggi bagi komunitas League of Legends.

Beberapa menyebutkan bahwa banyaknya pemain bintang dan juga liga yang lebih “seru” membuat orang tertarik untuk menyaksikannya. Jika pada akhirnnya Faker bergabung dengan salah satu tim di LPL, kemungkinan besar penonton-penonton di luar Tiongkok akan menyaksikan pertandingan LPL secara reguler.

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.